Holographic Separation

Ruangku bernafas terasa pengap, waktu seakan berhenti saat kususuri lagi lorong itu empat tahun ke belakang. Ada kau, tersenyum bungah, memberi hangat hingga ke jiwa. Saat itu kita menikmati apa yang kita miliki: dunia.

Aku berterimakasih padamu atas masa lalu yang kau bubuhkan ruh hingga kini dan nanti: masa lalu yang sekarat namun abadi.

Aku masih ingin memelukmu dalam sakit dan senang, dalam air mata tak tahu diri yang tumpah tanpa ijin. Se-tak-tahu diri rasa terhadapmu yang kucoba bunuh namun tak kunjung mati.

Aku ingin memelukmu lagi hari ini, saat ulang tahunmu, namun dunia seperti memberi kita jarak dengan berbagai cara.

Selamat ulang tahun, aku tahu kau masih mendengarkan dan merasakanku…

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: