Komitmen

Baru-baru ini saya menceburkan diri pada sebuah komitmen yang melibatkan orang-orang yang secara moral, kualitasnya dipertanyakan. Alasannya sederhana, mereka memerlukan bantuan. Bolehlah dibilang ini semacam Sindrom Mother Theresa, di mana kasih (dan segala variannya seperti rasa kasihan dan keyakinan bahwa setiap orang pada dasarnya baik) menjadi dasar perbuatan.

Saya sebenarnya mempertanyakan apakah telah mengambil keputusan yang tepat, mengingat bahkan sebelum melangkah lebih jauh, sedikit banyak saya telah merasakan kekecewaan akan perbuatan mereka. Tentunya kekecewaan yang tak perlu terjadi saat tak berharap, tetapi seolah sebuah niscaya, bahwa komitmen dalam bentuk terkecilnya sekalipun, diikuti oleh sebentuk harap.

Komitmen, bagaimanapun, hal yang menyeramkan bagi beberapa orang, mengingat seriusnya kata tersebut. Namun di sanalah saya, berdiri tegak, menancapkan sebuah komitmen yang akan dipermasalahkan berbagai pihak. Namun saya telah berada di titik tersebut, dan memilih untuk bertahan.

Kasihkah yang sedang saya pertaruhkan, atau nilai kemanusiaan? Sepertinya bukan keduanya. Saya hanya tak suka ditantang…

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: