Monthly Archives: February 2013

(masih dan selalu) Ada Tempat Bagi Kemanusiaan

Adalah cita-cita menahun yang terpampang jelas di daftar “goal jangka panjang”. Cita-cita yang saking malasnya dan saking bingungnya harus dimulai dari mana, sempat terkubur, terlupakan. Hingga seseorang yang akrab disapa Vey, lewat banyak perbincangan yang inspiratif, menggali kembali kuburan berisi cita-cita tersebut.

Tak lama berselang, saya dipertemukan dengan pemuda pemudi ajaib yang menamakan dirinya Revive Youth Movement. Selain berpartisipasi di pemantauan Gunung Merapi di DIY dan Jateng, gerakan ini berfokus ke bidang pendidikan dengan menyalurkan bantuan pada anak-anak yang terancam putus sekolah. Bidang yang tak secara langsung berhubungan dengan goal saya, namun kami menemukan beberapa kesamaan visi, yang membuat kami kemudian bersinergi, menuju arah yang sama.

Keyakinan kembali muncul, cara tak lagi terlalu menyedot energi dan pemikiran, kami hanya tahu, We are getting there.

Tagged , , , , ,

Komitmen

Baru-baru ini saya menceburkan diri pada sebuah komitmen yang melibatkan orang-orang yang secara moral, kualitasnya dipertanyakan. Alasannya sederhana, mereka memerlukan bantuan. Bolehlah dibilang ini semacam Sindrom Mother Theresa, di mana kasih (dan segala variannya seperti rasa kasihan dan keyakinan bahwa setiap orang pada dasarnya baik) menjadi dasar perbuatan.

Saya sebenarnya mempertanyakan apakah telah mengambil keputusan yang tepat, mengingat bahkan sebelum melangkah lebih jauh, sedikit banyak saya telah merasakan kekecewaan akan perbuatan mereka. Tentunya kekecewaan yang tak perlu terjadi saat tak berharap, tetapi seolah sebuah niscaya, bahwa komitmen dalam bentuk terkecilnya sekalipun, diikuti oleh sebentuk harap.

Komitmen, bagaimanapun, hal yang menyeramkan bagi beberapa orang, mengingat seriusnya kata tersebut. Namun di sanalah saya, berdiri tegak, menancapkan sebuah komitmen yang akan dipermasalahkan berbagai pihak. Namun saya telah berada di titik tersebut, dan memilih untuk bertahan.

Kasihkah yang sedang saya pertaruhkan, atau nilai kemanusiaan? Sepertinya bukan keduanya. Saya hanya tak suka ditantang…

Tagged , , ,
%d bloggers like this: