Mulutmu Harimaumu

Baru-baru ini saya bertemu orang-orang gila yang selalu mengingat orang lain di langkahnya menuju kesuksesan. Saat dalam ketakpastian, mereka tak menyeret orang lain ikut serta, namun mereka punya sejuta keinginan, bila semua berjalan lancar, bolehlah orang lain dilibatkan, berproses bersama, bersenang-senang bareng, dan berbagi kesuksesan.

Dalam perjuangannya, mereka sudah punya sederetan nama untuk dilibatkan. Niatnya cantik: berbagi dan menolong. Semua itu karena mereka berhati tulus dan tak egois. Tak perlulah pula niatnya dikemukakan pada pihak yang hendak ditolong. Mereka tahu-tahu akan muncul mengajak orang yang mereka pilih untuk dibantu.

Di sisi lain, pihak yang tak sadar akan dibantu suatu hari nanti, meremehkan calon partner (penolong) mereka. Bahwa orang-orang ini seperti pungguk merindukan bulan. Tak tahu diri dan sebaiknya membabu saja.

Ibarat jalur birokrasi, posisi saya dapat memudahkan namun bisa mempersulit segala sesuatu antara kedua belah pihak tanpa perlu berkata banyak. Walau memberi seharusnya memang tanpa pamrih, namun untuk urusan jangka panjang yang berkelanjutan, niat baik lebih layak diarahkan pada sesuatu yang mampu merespon dengan positif saja.

Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: