Diam

Diam itu emas. Diam itu misterius. Diam itu penuh rahasia, atau malah kosong tak menyimpan apa-apa. Diam terkadang menakutkan, tapi bisa pula menjadi salah satu tanda orang ketakutan. Diam itu…

Diam adalah hal yang diperlukan dalam sebuah pengamatan mendetail, setidaknya bagi orang-orang yang kesulitan membelah konsentrasi seperti saya.

Beberapa teman mengomentari sikap saya yang katanya kian matang. Saya berharap itu benar, namun kenyataannya saya hanyalah semakin piawai menyimpan. Mungkin untuk diam seterusnya, mungkin untuk menumpuk amunisi. Hanya sebentuk kesadaran untuk tak membuang energi percuma.

Semuanya kian memuakkan. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melepaskan riak dan gelombang yang ada dan berkata, “Ini dadaku, ini hidupku. MANA NYALIMU?”

 

 

Teruntuk sebuah pembodohan publik.

 

Kotabaru, 7 Januari 2013

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: