Monthly Archives: November 2012

In Memory of Tri Noventio

Hari ini dua puluh tahun lalu, engkau hadir memberi warna pada semesta. Tak panjang kebahagiaan kami bersamamu di dunia materi, namun sentuhanmu pada jiwa kami, akan selalu melekat, hangat.

Kau enggan merengek demi barang yang kau inginkan “Takut Mama Papa ga ada duit,” katamu. Hingga kau memilih menyimpan uangmu sementara teman-temanmu di sekolah jajan. Kau menabung demi Play Station. Demi mobil remote control. Demi mainan-mainan idaman yang kau enggan meminta sekalipun orangtuamu mampu.

Sekarang, kau telah lepas dari materialitas manusia. Bila ada alasanku bersedih, itu karena aku tak lagi mampu bertemu fisikmu, melihat keceriaan dan lonjakan emosimu, atau mencubitmu hingga kau marah, dan terutama… menyaksikanmu tumbuh…

Namun kau tetap ada dalam semesta, dengan ruang gerakmu yang tak lagi terbatas. Aku merasakanmu sekarang dalam hangat di dada yang kuanggap sebuah pelukan darimu.

Selamat ulang tahun, adikku sayang. Dua puluh tahun usiamu sekarang, namun kuingat kau sebagai anak-anak selalu. Bermainlah dengan riang di semesta tanpa batas.

Peluk sayang,

Kakakmu

Advertisements
Tagged ,
%d bloggers like this: