Muhammad Amin dan Ketololannya

Nama depannya Muhammad, junjungan umat islam sedunia, tapi alih-alih menyebarkan ajaran islam, Muhammad yang satu ini gemar mengkritisi tuhan dan agama. Ia cukup kontroversial di dunia fesbukiyah, mungkin karena topik sensitif yang sering diangkatnya dalam status, terutama soal tuhan dan agama. Bukunya yang berjudul “Ziarah ke Makam Tuhan” pun tak lepas dari hujatan-hujatan ‘ketuhanan’ yang lahir dari pemikirannya.

Tuhan memang selalu menjadi topik menarik untuk dibicarakan, bagi saya pribadi menyimak orang perang kata karena tuhan itu seperti nonton film kartun, ada tokoh yang sudah terlindas truk, ketiban gunung, diguyur aspal, tapi masih aja hidup, sama dengan orang-orang yang berargumen tanpa dasar yang parahnya, sering ga nyambung dengan bahasan, tapi diapa-apain ya tetep aja ngotot dengan pendiriannya. Bravo!!!

Soal pembicaraan ketuhanan, bagaimanapun si empunya hajat (dalam hal facebook: pemilik status/note) mengajak kahalayak untuk melepaskan atribut keyakinan pribadi dan murni mengajak diskusi yang rasional, tetap akan bermunculan orang-orang yang ngotot dengan keyakinan kacamata kuda. Atau yang bernada menyadarkan forum dengan kalimatnya, “Tiada tuhan selain Allah”. Hehe, Allah itu tuhan kan? Allah yang mana? Allahnya siapa?

Demikian pula yang terjadi di status terakhir Bung Amin pagi ini, “Semesta punya trilyunan planet, klo satu planet bisa punya ribuan tuhan seperti di bumi, jangan-jangan jumlah tuhan lebih banyak dari jumlah planet.” Dengan kurang ajarnya si Amin mengatakan jumlah tuhan lebih banyak daripada jumlah planet, manusia “tolol” macam dia inilah yang bisa merusak moral umat manusia. Tuhan cuma satu kok disekutukan. Sungguh dosanya tiada terkira. Wajar saja ada manusia-manusia yang berusaha menyadarkan si Amin.

Hayu Aji: maha besar Allah yg menciptakan semesta dan meliputi segala sesuatu.

(Hmmm syukurlah masih ada orang beriman di lingkaran pertemanan Amin)

Miina Catlover: Coba di slidiki tow mas! Bukn hny menduga duga… Oceeeeee

(Bung Amin, mulai sekarang kau harus keliling semesta untuk bikin status)

Abu Faz: Semakin terlihat TOLOL nya seorang Amin..

(Kasihan si Amin…)

 Zen Arifin: Bukan Tuhan kecuali Allooh. Muhammad utusan Allooh. Allooh maha Kuasa.

(Ada tuhan baru lagi nih, namanya Allooh)

Adi: Hahahaha…Sadiz…

(No comment)

Adimas: jangan2 planet2 lain diluar tata matahari tuhannya itu muhammad amin

(Susunan kalimat yang absurd… Kalo planet di dalam matahari kira2 punya tuhan gak ya?)

Abdul Mu’iz: jangan-jangan again and again

(Ini ga penting…)

Lulu Lul: ayo diselidiki ada alloh gak di angkasa sana, kalo ada kita panggil dan ajak diskusi…:D

(Engg…)

Mas Bacht: bagaiamana kalau ribuan planet itu hanya elemen kecil dari “entitas” bernama Tuhan?

(Reflektif, ok)

Phikahariwangeun: Ssst . . . G usah terlalu jauh berpikir kesanalah bung min. Mendingan kita kembl kpd kehidupan sosial masyarakat kita yg banyak masalahnya. Dari pada kita terlalu jauh berpikir dari apa yg anda baca. Yg real aja min. . . Sdr kita masih banyak yg susah. . . Jangan so pinter dan anggap org lain bodoh. Itu sombong namanya. bcr thn bcr anda silahkan aja. Bg kami tidak ada thn kecuali Allah. . .

(Absurd emang nama tengahnya Amin, tapi si Adun ini ngomong apa sih? Realitas sosial? Tingkat arogansi Amin? Toleransi pada saudara? Kebodohan orang lain? Oh… ok ok, dia cuma mau baca syahadat…)

Me: Astaga, sungguh malang nasib Bung Amin ini, sudah “tolol”, sok pintar dan nganggap orang lain bodoh dengan status2nya pula… Haleluya!!

(Di-like 2 orang yang tidak ngejempol statusnya bung Amin itu sendiri, saya ngeri kalo sarkasme saya ga tertangkap :p)

Ardika: mending g ush brimajanasi aplg brkhayal klo smua itu cma takhayul,tdk ada Tuhan klo anda tdk menTuhankan…….dan tdk ada Dewa klo anda tdk menDewakan…..hanya Allah dzat pncpt Alam.

(Trilyunan planet di semesta ternyata cuma hasil imajinasi Amin. Amin maha besar… Oh, ada Allah lagi di komen ini -cium salib-)

Hava: and Ifrit bless Us

(Ga penting nomer 2)

Jimmi Zul: Tiada tuhan selain hidup. Dan tidak ada utusan hidup selain diri sendiri.

(…… Asik, saya bisa jadi tuhan selama saya masih hidup!)

H K Proletariat: ‎@Mina: Ini bukan dugaan, memang di dunia ini ada ribuan ”Tuhan” yg dibuat otak manusia, ada yg menuhankan duit, sains, google, dan sendal jepit, org Jepang yg beragama Shinto justru menuhankan dewa matahari, koruptor menuhankan duit, sebagian org juga tanpa sadar menuhankan Facebook, twitter, yg suka tangannya gatal jika sehari tak update status wkwkwwkwkwk

(Very well said, finally…)

***

Ya, begitulah Muhammad Amin yang kontroversial dan teraniaya dengan segala judgement. Yang penting di sini justru daya tangkap orang mengartikan sesuatu. Lebih tepatnya mungkin kemauan orang untuk mengerti suatu persoalan atau pemikiran sebelum melayangkan komentar, lebih tepatnya sebelum ‘mensyahadati bung Amin yang sesat’. Haha. Dari sebagian kalimat-kalimat Bung Amin, yang saya tangkap justru beliau ini mengkritik konsep tuhan di kepala manusia daripada tuhannya itu sendiri. Dia itu mengkritisi manusianya, bung! Tapi orang2 malah ribut membela tuhannya masing-masing yang katanya maha besar, kalau memang maha besar tentu tak perlu dibela :p

Jelas Amin memang kurang ajar, karena dia seperti tuhan, memberi petunjuk tanpa membeberkan detailnya, katanya “terdapat tanda-tanda kebesaran allah bagi orang-orang yang berpikir”, alias… lu pikir aja sendiri apa maunya allah, dan apa maunya Amin…

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: