Jiwaku Ada di Sana, dan Seseorang Merenggutnya

Berapa kali seumur hidupmu kau merasakan kebencian melingkupi jiwamu hingga hilang akalmu?

Hanya hal luar biasa yang mampu menggelapkan hatimu hingga tandas. Atau hatiku… dan akalku… Aku sungguh tak tahu isi manusia lain dan tak sepantasnya menebaknya, walaupun kuakui, aku menikmati hal-hal yang tak pantas… Mengumpulkan segenap energi untuk mengutuk, misalnya. Mungkin voodoo berasal dari hal sesederhana itu. Tidak, aku tak bermain dengan boneka konyol macam itu, aku bermain dengan pikiranku sendiri dan berharap menderitanya orang-orang tak berguna, yang keberadaannya merendahkan derajat kemanusiaan manusia.

Konon setiap hal memiliki pendamping di kutub yang berlawanan. Baik dan buruk. Malaikat dan iblis. Aku memiliki kedua sisi, seperti layaknya orang lain walaupun saat ini kuingin menutup mata terhadap kebaikan. Iblisku telah bangkit melebihi tahun-tahun sebelumnya dalam kehidupanku. Malaikat yang kian redup terus mempertanyakan pernyataan-pernyataan iblis, “mengapa berharap penderitaan orang lain jika harapan tersebut menyakiti diri sendiri? Setiap energi yang kau keluarkan akan kembali dalam bentuk yang lebih besar, setiap serapah yang kau luncurkan, akan mewujud menjadi ke-tak-tenangan jiwamu sendiri. Mengapa kau pikir ada manusia yang keberadaannya merendahkan derajat kemanusiaan di muka bumi, sementara kau tahu setiap hal memiliki alasan. Baik hanya mengada bila ada buruk. Kemuliaan hanya ada bila ada kebusukan. Setiap hal memiliki peranan dalam membentuk dunia. Kelam yang kau rasakan hanya akan membuatmu naik kelas bila kau mampu melihat dari sudut pandang yang tepat, dan itu adalah pilihanmu sendiri untuk menentukan di mana kau berdiri.”

Sudahkah kukatakan aku ingin menutup mata terhadap kebaikan? Itulah yang kulakukan sekarang. Berselimut benci, yang konon membuat sahabatku sesak oleh auraku yang mendung. Aku baru saja menantang masalah dengan berkomentar kurang ajar terhadap perilaku orang yang selalu kukutuk keberadaannya, perbuatan yang biasanya tak kulakukan dengan alasan menahan diri dan menghindari memanasnya suasana hati, tapi apa bisa suasana hatiku lebih buruk dari saat ini? Perasaan yang kurasakan hanya 2 kali seumur hidupku. Saat sebuah entitas (maaf aku tak bersedia menyebutnya manusia), yang mengaku bajingan tapi hanyalah banci (banci adalah kata netral bagiku, namun aku perlu meminjam kalimat yang pernah digunakannya tentang pria: pria kalo ga bajingan ya banci), mengatasnamakan tuhan dan agama untuk pembenaran segala kebohongannya, menyodorkan kemuliaan untuk menutupi kebusukan, berlindung pada cinta untuk memelihara kelangsungan kemunafikan, sementara yang ia miliki hanya bangkai, sisa sisa terurainya otak sebelum umurnya bahkan menginjak 30… Sungguh hina tanpa harus kutambahi kutukan.

Saat kedua, adalah saat ini… Saat catatan-catatanku lenyap, karya-karyaku hilang dari jangkauanku, impianku melayang menjauhiku. 10 tahun memupuk harapan dan berakhir sia-sia, tepat di saat aku akan mewujudkannya. Jiwaku ada di sana, dan seseorang merenggutnya. Dan aku hanya bisa menangis dalam hati tanpa sanggup mengeluarkan air mata. Hanya kebencian yang tersisa entah untuk siapa, tapi aku tahu untuk apa, menghujani mereka dengan cinta seorang iblis yang sedang bangkit: kutukan. Yang aku tahu sebenarnya tak perlu, karena hanya orang-orang yang sudah terkutuk sebelum ruh dihembuskan ke raganya yang sanggup merenggut jiwa seseorang.

Aku tak percaya keberuntungan selayaknya aku tak percaya ‘semua akan indah pada waktunya’, kecuali bila ‘waktunya’ dianggap sebagai ‘saat kita melihat dari sudut pandang yang tepat’ bukan dalam pengertian ‘waktu/time’ yang sesungguhnya, karena indah adalah konsep di kepala, yang mewujud di kepala namun mempengaruhi segala. Aku bisa melihat keindahan, bahkan di saat ini, namun aku menolak melakukannya. Aku menutup diri dan mengakuinya. Aku tak indah dan aku mengakuinya.

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: